1. Pantai Motadikin

Sebagai salah satu tempat wisata pantai dari keseluruhan garis pantai Kabupaten Malaka sepanjang 81 km tanpa tebing, kecuali diselingi dengan muara sungai dan teluk. Pantai ini  berada di pinggiran wilayah desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah. Kurang lebih 10 km jaraknya dari  Betun Ibu Kota Kabupaten Malaka. Kondisi jalannya sebagian besar hotmix dan sisanya 2 km masih perkerasan.

Untuk menjangkau tempat ini kalau menggunakan kendaraan bermotor membutuhkan waktu sekitar 10 – 15 menit. Destinasi wisata ini memiliki hamparan pasir yang bersih  memanjang di bibir pantai sejauh 8 km serta  berlatarkan pepohonan cemara, pandan dan nyiur yang setiap saat digerakkan oleh hembusan angin yang mendesir.

Ini merupakan tempat yang agak lebih ramai dikunjungi masyarakat Malaka, Kabupaten tetangga dan wisatawan dari Negara Timor Leste. Hempasan ombaknya agak membandel membubung sambil menggeser buih bergaris putih ke pinggiran pasir. Kemiringan pantai berbentuk landai sehingga titik kedalamannya sangat dekat dengan garis air pasang. 

Tak jauh dari balik deretan cemara terdapat  ratusan hektar tambak ikan bandeng. Di saat pagi hari ketika cuaca  cerah,  tampak sunrise bagai bola mas berkilauan berbarengan dengan spektrum gerakan air laut  mempesona yang seakan  merubah  warna  permukaan  perairan laut lepas. Inilah selintas mengenai pantai Motadikin (Indon : hilir sungai) Benenai pada tempo dulu, dan sejak itu selalu dikenang dengan lagu populernya, yakni “Di Pantai Motadikin”.

2. Teluk Maubesi

Teluk Maubesi merupakan satu-satunya teluk yang ada di Kabupaten Malaka dan menyimpan sejumlah mitos, sejarah, dan alam  nan indah permai.  Nampak permukaan lautnya agak ramah dan sepanjang susur pantai bertengger tumbuhan mangrove yang menjadi  habitat kelelawar dan lebah.

Pada siang hari kelihatan kelelawar berjumbai-jumbai dari dahan mangrove menyerupai stalaktit  hingga mendekati permukaan air laut. Kawasan ini menurut  ceritera para sesepuh adat, sangat unik dan penuh religius adat.

Bergerbang dari teluk ini air laut merebak  ke beberapa tempat, yakni  Masin Lulik, Uma Kota (Kada), Kletek, dan area tambak hingga ke We Krouk.

Jarak dari Betun ke Teluk Maubesi ± 14 km. Kondisi jalannya 8 km hotmix, selebihnya 2 km perkerasan dan 4 km masih berupa  rintisan jalan konvensional. Bila       berkendaraan, waktu tempuh untuk mencapai lokasi ini membutuhkan sekitar 20 menit. Jalur lintasnya, menuju  Bolan – belok kiri di pertigaan Gereja Bolan  seterusnya  lurus menuju pantai Motadikin, lalu menyusur sepanjang pantai Motadikin ke arah Utara  hingga menjumpai teluk.

3. Masin Lulik

Letaknya di pinggiran air payau desa Litamali Kecamatan Kobalima dan berada pada jarak 17 km dari Betun. Jalan raya menuju ke sana hotmix 15 km dan 2 km masih perkerasan. Bepergian ke sana dengan kendaraan hanya dalam waktu 18 – 20 menit sudah bisa tiba di lokasi.

Menurut cerita peninggalan,  tempat ini  merupakan  situs yang unik dan keramat karena area berdiamnya roh para leluhur yang meninggal. Dalam kondisi kesendirian di alam ini pada senja hari kadang  terdengar jeritan ratap atau suara roh leluhur memanggil ternak  babi dengan bunyi dentam  palung kayu.

Pada saat tertentu bila kita melintasi hutan bakau    dalam kesepian terkadang menjumpai pohon pisang berbulir  yang sudah masak. Bentang alam    yang indah, sehingga sering  didatangi orang dari berbagai daerah pada hari-hari libur. Keaslian alamnya berupa 3 (tiga) bukit berkawah yang menyemburkan lumpur dingin beraroma minyak bumi. Di sekitar bukit terbentang endapan lumpur berwarna putih yang sudah mengering menyerupai suatu lapangan tanpa rumput.

Lingkungannya dikelilingi  hutan bakau (mangrove) menghijau  dan air payau. Tidak jauh dari situ ada sebuah teluk kecil. Di tempat ini sering masyarakat sekitar pergi kesana untuk meramu madu dan tiram.

4. Pantai Abudenok

Adalah destinasi wisata pantai yang berada di wilayah desa Umalor Kecamatan Malaka Barat. Berada pada posisi 3 km dari Besikama dan  ± 19 km dari Betun.

Secara kontinental pantai ini berada di antara muara sungai Benenai dan ujung pantai Taberek. Dihiasi panorama cemara dan mangrove  yang menggoda hasrat untuk bertandang ke sana.

Pada jarak tidak lebih dari 1 km terdapat  suatu tempat yang dikenal dengan sebutan Beirasi,  yakni muara sungai Benenai, dimanfaatkan  para nelayan untuk mendaratkan perahu-perahu yang memboyong  ikan dan udang. Tidak sedikit masyarakat yang berwisata ke sana untuk menikmati keindahan alam dan kesegaran hawa pantai Abudenok.

5. Pantai Taberek

Berada pada jarak 35 km dari kota Betun dan merupakan pantai yang sudah menghampiri batas  wilayah Kabupaten TTS.  Pantai Taberek  menjadi tempat idola masyarakat Wewiku serta masyarakat Malaka seluruhnya. Posisi pantainya masih segaris dengan pantai Abudenok.

Di sekitar pantai terdapat kolam-kolam payau, ditumbuhi  rumbia  (sejenis tumbuhan palem)  yang batangnya dapat diolah menjadi bahan makanan lokal masyarakat di Malaka. Hasil olahan siap saji dikenal dengan nama Akar Bilan sebagai salah satu makanan khas masyarakat Malaka.

Selain itu di sepanjang pesisir pantai ditumbuhi pohon-pohon lontar dan cemara.  Sering tampak di kejauhan perairan laut lepas yang membiru, ikan lumba-lumba sedang asyik meluncur bersama irama gulungan  ombak.

6. Pantai Lamea

Pantai Lamea bersebelahan dengan pantai Taberek dan keduanya berada pada satu bentangan garis pantai. Pantai Lamea berada di desa Lamea Kecamatan Wewiku dan merupakan pantai penghujung Malaka yang bertautan dengan perairan laut yang menepi di wilayah Kabupaten Timur Tengah selatan. Jarak dari Betun sekitar 37 km.

Jarak dari jalan sumbu Betun – Kupang 1 km. Pemandangan pantainya berpasir menghampar datar dan di tepian pasir bertumbuh subur pohon-pohon cemara yang rimbun menghijau,  mampu mengayubagya sang datang. 

Sekitar itu terdapat genangan air payau yang ditumbuhi sejenis tumbuhan palem dan  kolam teduh  menjadi habitatnya buaya. Suatu keunikan di sana adalah buaya-buaya di dalamnya bisa serta merta muncul ke permukaan air ketika dipanggil oleh pawangnya melalui suatu ritual adat.

7. Pantai Loodik

Pantai ini tidak begitu  jauh dari Ibu Kota kecamatan Kobalima dan jaraknya dari Betun sekitar 19 km. Prasarana jalan menuju  ke tempat wisata dimaksud, rata-rata hotmix dan sebagian kecilnya rabat beton.

Dengan demikian tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk sampai ke tempat wisata Pantai Loodik. Lama perjalanan dari Betun memerlukan waktu kira-kira 20 menit. Pantai Loodik letaknya berdekatan dengan pantai Raihenek dan laut batas  Negara Timor Leste. 

Di sepanjang pinggiran hamparan  pasir terdapat naungan pohon pandan dan cemara. Pasirnya bersih dan membentang lurus dari timur ke arah  barat. Posisinya amat cocok untuk menyaksikan indahnya  sunrise di kala hari cerah.

Tempat wisata ini cukup menarik banyak wisatawan baik dari Malaka sendiri   maupun Kabupaten-kabupaten tetangga bahkan  wisatawan dari Negara Timor Leste

8. Pantai Wemasa

Pantai Wemasa letaknya berjajaran dengan pantai Loodik dan Teluk Maubesi (Tetun : Hasan Maubesi), juga bertetangga dengan destinasi wisata Masin Lulik. Jarak dari Betun ±16 km dengan lama perjalanan berkisar 18 – 20 menit.

Kondisi jalan raya menuju Pantai Wemasa 14 km hotmix dan 2 km masih berupa jalan perkerasan. Vegetasi pantainya terdiri dari pohon mengkuang dan cemara yang rindang. Di tempat ini para nelayan jadikan pangkalan sampan untuk berlayar mencari dan menangkap ikan.

Pantai Wemasa sering menjadi lokasi gandengan dengan Masin Lulik  manakala  orang berwisata di sana. Pada jarak menghampiri lokasi wisata, perjalanan harus melintasi padang sabana yang diselingi pohon lontar dan kom (bidara).

9. Pantai Raihenek

Pantai ini sebagai salah satu potensi wisata  pantai dalam wilayah  Desa  Litamali  Kecamatan Kobalima  Kabupaten Malaka. Panorama alamnya  menampilkan rentangan pasir empuk  dan sepanjang  pesisir laut  berderet  pohon nyiur   yang  sediakala  pelepah daunnya  berkibas-kibas  bersama  deburan ombak memukau kalbu.  

Sangat menyenangkan untuk mandi, renang dan berjemur diri.  Posisi lokasi  persis  di balik Stadion Wemasa dan Kantor Camat Kobalima.  Jarak dari Betun ke sana  ± 18 km.

 Prasarana jalan untuk ruas jalan  raya  Betun – Raihenek, semuanya sudah dihotmix.  Bepergian  ke Pantai Raihenek  bisa  menggunakan  mikrolet angkutan desa  maupun kendaraan lainnya dengan waktu tempuh berkisar 20 – 25 menit.

10. Pantai Welulik

Destinasi ini berada di desa Alas Selatan Kecamatan Kobalima Timur. Jarak dari Ibu Kota Kabupaten Malaka sekitar 21 km. Bepergian ke sana memakan waktu  ±21 – 27 menit.

Pantai Welulik sering orang menyebutnya Mercusuar. Di tempat ini berdiri megah sebuah bangunan menara mercusuar bercat putih yang menjadi salah satu icon menarik para pengunjung.

Akses jalannya hotmix sampai di lokasi dan tersedia  juga fasiltas rumah kecil (Laen), air leding dan toilet. Posisinya  ke arah Timur berbatasan langsung dengan perairan laut Negara Timor Leste. Pantainya  sangat ideal untuk mandi dan berjemur.

11. Bukit Cinta Alas

Bukit cinta merupakan salah satu tempat  wisata alam pegunungan yang berlokasi di bubungan bukit berpadang rumput  dengan ketinggian sekitar 700 m  di atas permukaan laut. Bukit Cinta terletak di wilayah desa Alas Utara Kecamatan Kobalima Timur dengan jarak 28 km dari kota Betun.

Dari ketinggian bukit ini bila kita memandang ke arah  Selatan,           nampak alam dataran Malaka betapa menghijau dan pada batas pandang terluar  terpampang Laut Timor berkilauan membiru menyenangkan mata yang menatap dan menghibur hati yang  sedang menerawang, sehingga seolah memikat kemesraan diri dengan alam  yang alangkah indahnya.

Tempat ini dilintasi jalan raya hotmix (Sabuk Merah)  dan sering dikunjungi masyarakat Malaka maupun Belu. Bahkan pasangan calon pengantin kadang menggunakan  alam Bukit Cinta  untuk  memotret  pra wedding di sana.

12. Mata Air Weliman

Mata Air Weliman berada di pinggir jalan  umum, yakni  ruas jalan Haitimuk – Bestaek, dalam wilayah desa Laleten kecamatan Weliman. Jarak dari Betun ± 10 km dan dilalui jalan raya hotmix.

Destinasi wisata tersebut dijadikan  tempat pemandian masyarakat luas pada hari-hari libur. Kesejukan  air kolamnya yang jernih membuat pengunjung berada di sana selama berjam-jam untuk bersenang-senang sambil berenang bahkan menjanjikan kepada pengunjung untuk mengulang kedatangannya di Mata Air Weliman.

13. Danau Nanebot

Danau Nanebot merupakan salah satu danau bermitos di desa Nanebot Kecamatan Rinhat. Prasarana jalan ke tempat ini 12 km sudah hotmix dan sisanya belum begitu baik, masih dalam perbaikan. Jaraknya memang agak jauh dari Betun, kira-kira 22 km.

Untuk menjangkau tempat ini boleh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dan membutuhkan waktu ± 1,5 jam lamanya. Keadaan alam sekitar berhutan.  Pada  permukaan air terbentang teratai dengan bunganya yang berwarna putih tampak terapung di permukaan danau. Selain itu terdapat beraneka burung dan itik liar yang hingar bingar di atasnya. Udaranya cukup bersih dan jauh dari kebisingan.

Keaslian alamnya masih dipertahankan. Memiliki  panorama yang indah dan memukau kalbu. Di bagian barat terdapat batu bersejarah, yakni Fatuk Feto dan Fatuk Mane (Indon. Batu Laki-laki dan Batu Perempuan), dengan posisi Laki-laki  memboyong sang Perempuan, dikisahkan bahwa peristiwa inilah yang menggemparkan terjadinya/munculnya danau ini.

14. Danau Mauntasi

Berada pada lereng desa Babotin Kecamatan Botin Leobele, yang jauhnya ± 21 km dari Betun Ibu Kota Kabupaten Malaka. Kondisi jalan yang ada masih berupa perkerasan.

Keadaan alamnya berhutan dan  bagian selatan berbaris pohon-pohon pinang yang menambah keindahan pamandangannya. Masih kental dengan keramatnya sehingga mengingatkan setiap orang yang bepergian ke sana selalu mengindahkan tata krama dan tata hidup yang sudah dikenal baik oleh masyarakat setempat.

Permukaan airnya nampak teratai membentang dengan bunganya yang bermekaran. Udara sekitar terasa sejuk sepanjang tahun, kendati musim kemarau yang panjang. Akses ke tempat ini melalui jalan perkerasan yang setiap harinya selalu dilewati kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Tempat ini, selain pengunjung menikmati alamnya juga bisa melakukan wisata memancing.