Malaka 

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH mengingatkan agar upaya penurunan angka stunting menjadi perhatian yang serius dari setiap stakeholder yang berkepentingan di dalamnya, dan perlu ada tindakan atau aksi nyata. 

Stunting juga harus menjadi perhatian ekstra, sehingga keinginan Pemda Malaka dalam menurunkan angka stunting dapat terwujud. 

Penegasan itu disampaikan Bupati Simon Nahak pada kegiatan Review Aksi Kinerja Tahunan Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kabupaten Malaka yang berlangsung di Aula Hotel Cinta Damai Betun, Selasa, 17 Januari 2023. 

Bupati Malaka menegaskan, untuk Kabupaten Malaka penurunan stunting di tahun ini harus berada pada angka di bawah 10 persen 

“Saya minta kepada semua elemen terkait untuk terlibat secara aktif dalam upaya pencegahan stunting. Komitmen kita harus berada pada angka di bawah 10 persen,” kata Bupati yang juga Dosen Hukum Universitas Warmadewa Bali. 

Bupati Simon menambahkan, salah satu tindakan nyata yang harus dilakukan adalah turun ke bawah, langsung intervensi ke masyarakat yang angka stuntingnya tinggi. 

“Sering saya katakan, kita tidak hanya bicara banyak tapi harus ada eksekusi. Sehingga kelihatan adanya perubahan,” 

“Saya punya gagasan 3 K yakni Kebun, Kandang dan Kolam yang sudah mulai berjalan dan sampai ke masyarakat. Diharapkan gagasan ini membawa perubahan signifikan di masyarakat,” ujar Bupati SN 

Di akhir arahannya, Bupati Malaka menghimbau agar apa yang dirumuskan hari ini, di awal tahun 2023 ini menjadi barometer untuk melakukan tindakan nyata. 

“Saya akui, tindakan nyata di daerah kita masih lemah. Mudah-mudahan dengan rumusan hari ini ditemukan kendala dan hambatan yang lebih spesifik untuk mendapatkan solusi yang tepat upaya penurunan stunting,” ajak Bupati SN 

Hadir dalam kegiatan Review Aksi Kinerja Stunting ini Ketua Tim Penggerak Kabuten Malaka drg. Maria Martina Nahak, M. Biomed, Pimpinan Perangkat Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan elemen terkait lainnya. 

(kominfomalaka)

Post Views: 18,057